Hidup Untuk Berbuah

Thursday, October 29, 2015 (www.renunganharianonline.com)

 

Hidup Untuk Berbuah


Ayat bacaan: Filipi 1:22
================
"Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah."
Pohon mangga akan dikatakan tumbuh baik apabila menghasilkan buah. Tak peduli sebesar dan serimbun apapun pohonnya, kalau yang namanya pohon mangga tidak menghasilkan buah maka pohon itu belum bisa dikatakan berhasil ditanam. Apa yang bisa menyebabkan pohon tidak berbuah? Ada banyak kemungkinan. Tanah yang kurang subur, kurang pupuk, kurang air/kekeringan atau mungkin pula karena terlalu basah sehingga akarnya busuk. Atau berbagai jenis hama juga bisa membuat pohon menjadi tidak subur dan pada akhirnya mati kalau tidak segera ditangani.

Pohon mangga tugasnya untuk menghasilkan buah mangga yang ranum dan manis. Bagaimana dengan kita? Ada banyak orang tidak menyadari apa yang menjadi tujuan hidupnya. Mereka hanya menjalani sekenanya saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti. Dalam bekerja mereka hanya sibuk berhitung untung rugi tanpa mau mengerti terlebih dahulu apa sebenarnya panggilan atau tugas mereka dalam hidup. Tidak jarang pula dosa-dosa terus menyerang seperti hama yang menyerang berbagai bagian pohon. Bagai hama, terkadang letaknya pun tersembunyi sehingga jika tidak awas kita tidak menyadari bahwa kita sedang diserang dosa yang akibatnya bisa mematikan. Sama seperti pohon yang bermasalah, kita pun lama-lama akan kering, tidak lagi menghasilkan buah lalu binasa sia-sia. Menghasilkan buah bukan hanya penting bagi sebuah pohon, tetapi Alkitab jelas berkata bahwa hidup kita pun perlu menghasilkan buah. Bahkan dengan jelas dikatakan bahwa itulah tujuan kita di saat kita masih diberikan kesempatan untuk hidup di muka bumi ini.

Hal itu disampaikan oleh Paulus seperti yang tercatat dalam surat Filipi 1:22. "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah." Paulus mengingatkan kita semua bahwa hidup ini harus penuh dengan buah. He said life has to be fruitful, or else it will just be useless. Untuk itu Paulus pun siap menanggung resiko apapun. Bahkan ia berkata: "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." (ay 21). Berbuah adalah satu hal yang harus kita hasilkan selama hidup. Seperti apakah berbuah itu? Berbuah berbicara tentang hidup yang bermakna, bermanfaat dan berguna, bukan saja bagi diri sendiri, tetapi juga terhadap orang lain. Berbuah berbicara tentang sebuah pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan sesuatu yang manis. Jika demikian, berbuah merupakan keharusan bagi orang-orang percaya.

Yesus pun berulang kali memberi penekanan akan hal ini. Lihatlah apa kata Yesus berikut: "Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal." (Matius 12:33). Dari buahnyalah sebuah pohon dikenal. Hal ini diulang Yesus beberapa kali dalam berbagai kesempatan, seperti ketika Dia menyampaikan perihal pengajar-pengajar yang sesat dalam Matius 7:15-23. Agar dapat membedakan mana yang benar dan sesat, kita bisa melihat itu dari buah-buah yang dihasilkan. "Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?" (ay 16). Seperti apa buah yang kita hasilkan akan sangat menentukan seperti apa kita sudah menjalani tujuan hidup kita. Dan Tuhan tidak main-main mengenai kehidupan yang berbuah atau tidak ini."Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api." (ay 19). Lalu kembali kita menemukan peringatan Yesus yang sama: "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka."(ay 20). Pohon yang tidak menghasilkan buah tidak ada gunanya dipertahankan. Batang kering itu hanya akan berakhir dengan ditebang lalu dibakar. Seperti itu pula kehidupan yang kita jalani dengan sia-sia. Semua hanya akan berakhir dalam api yang menyala-nyala.

Adalah baik jika kita sudah bertobat, tetapi kita harus melanjutkannya dengan menghasilkan buah yang baik, yang akan terasa segar dan manis pula bagi orang lain. Sebuah pertobatan harus berlanjut kepada berbuah, seperti apa yang dikatakan Yesus: "Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." (ay 8). Kita pun harus menjaga diri kita baik-baik agar jangan sampai dosa-dosa kembali menyerang kita baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Semua itu bisa membuat kita berhenti menghasilkan buah sehingga akibatnya bisa menjadi sangat fatal di kemudian hari.

Adalah penting bagi kita untuk menyadari tujuan hidup kita di dunia secara umum, dan itu adalah dengan bekerja memberi buah. Tidak sedikit orang percaya yang lupa akan hal ini. Kita merasa puas dengan menjadi orang percaya, atau merasa sudah cukup ketika kita mencapai jabatan-jabatan tertentu baik dalam pekerjaan maupun dalam pelayanan. Semua itu tidaklah salah asal jangan kemudian merubah kita menjadi sombong. Tetapi kita pun perlu menyadari bahwa Tuhan tidak peduli setinggi apa jabatan kita, atau berapa lama kita sudah menjadi pengikutNya. Apa yang Dia perhatikan adalah buah yang kita hasilkan, apakah kita sudah bertumbuh dengan subur dan menghasilkan banyak buah ranum yang rasanya manis dan segar, atau kita tidak kunjung menghasilkan apapun dalam hidup ini.

Yesus mengingatkan: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar." (Yohanes 15:4-6). Jangan lupa bahwa ranting-ranting yang tidak berbuah akhirnya akan dipotong (ay 2a), lalu dikumpulkan dan dicampakkan ke dalam api. Ini adalah sesuatu yang tidak main-main. Oleh karena itu selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, pastikanlah bahwa kita terus berbuah.

Teruslah bertumbuh dan hasilkan buah-buah yang manis sesuai pertobatan

Grow To Glow

Grow To Glow Camp 2015
 
See our camp activities on Youtube : 

Merdeka!

 Pic5 144 P1011513 Pic5 158

On Friday, 22 August 2014, our school celebrated Indonesia Independence Day and honored our national heroes that fought for our freedom. The celebration was held in Time Futsal, Kelapa Gading. 

We held a flag ceremony in the morning and played many fun games such as toothbrush game, tarik tambang, baseball and soccer. One of the game that we played was "Pinata" where we had to hit the box full of snacks! Inside the box we found waffer, taro, peanut, and candies.

We also had cheerleading slogan competition and our class won the first prize! There we have fun togethed and it was a fun way to celebrate Indonesia Independence Day!

Report by: Hansel & Visella

More on Prayer

pray 1

What is Prayer?

Prayer is conversation with God. Even though He is the Creator of the universe, God wants to have a personal relationship with you. He knows everything about you (“Indeed, the very hairs of your head are all numbered.” – Luke 12:7), and he loves you unconditionally. He wants you to spend time with Him. Prayer is a way that you can talk directly to God and hear what He has to say to you.

Read more: More on Prayer

From Principal Desk - Aug 2014

BACK TO BASIC. BACK TO PRAY.
By: Ms Yenny Lanjanto
JHS Principal

 pray

We all may know about praying, why we pray, how to pray and  what to pray. But how many times we find that we seldom pray or  maybe just pray casually. Busyness and routines may have overtaken  our time or probably comfort zone and ignorance had set prayer far  aside.

 Prayer is pivotal but yet we often disregard it. Kinds of prayer even the  simplest one had been taught by ministers and leaders yet often less  and lesser people take part in prayer time. Encouragement and  exhortation seemed to keep pushing us to pray yet how quick we see  they elapse and find ourselves back at square one.  

There are not enough words to propel us. Prayer is our lifeline. Prayer  is the way where we can talk to God directly and hear what He has to  say to us, to spend time with Him and build intimacy with God. Prayer  lines us up to His will and grows us in maturity and understanding. It is  the power behind, in the mist of, and in front of the faith. To be effective in our growth in Christ, we have to be a person who prays-and prays regularly. Nothing of value can embed in or through our lives without prayer.

So, there is no other option... It is time for all of us to be back to basic, back to pray!... Let’s do it!

 

So I say to you, ask, and it will be given to you; seek, and you will find; knock, and it will be opened to you.” (Luke 11:9)

“If you abide in Me, and My words abide in you, you will ask what you desire, and it shall be done for you.” (John 15:7)

“Therefore I say to you, whatever things you ask when you pray, believe that you receive them, and you will have them.” (Mark 11:24).

More Articles...

  1. I-Shine Camp 2014